Culinary - Hospitality - Tourism


Sekolah Masak & Akademi Perhotelan




Program Pendidikan Kuliner & Perhotelan D1, D2 & D3.

SEKOLAH TATA BOGA - SEKOLAH KULINER



Program Pendidikan Kuliner Diploma 1, D2, dan D3.



Sistem Studi : Praktek Setiap Hari.



Jurusan :

1. Patiseri (Baking & Pastry).

2. Tata Boga (Kuliner).

Jenjang Studi lanjutan S1 & S2 di Swiss.

Dengan jurusan : International Hotel and Tourism Management.



Jln. Raya Jemursari no. 234. Surabaya.

Telp: 031-8433224-25.

Flexi: 031-81639992.

HP: 0817321024.



Kampus Baru: Jln Raya Tenggilis no. 68.

Surabaya - Indonesia.

Email: tristarkuliner@yahoo.co.id

*************************************

TRISTAR CULINARY INSTITUTE

Visi & Misi

Stuktur Kurikulum

Kalender Akademik


Fasilitas

Biaya Perkuliahan

Kegiatan Perkuliahan

logoculinary.png

*************************************

Kegiatan Ekskul Kuliner untuk Siswa SD - SMP _ SMA







Salah satu jenis Ekstrakurikuler yang popular saat ini adalah Ekskul Kuliner. Tristar Culinary Institute salah satu lembaga pendidikan yang secara serius memperkenalkan & mempopulerkan kegiatan masak memasak disekolan sejak tahun 2007, saat ini semakin banyak peminat Ekskul Kuliner mulai dari jenjang pendidikan SD, SMP & SMA.

KURSUS KUE & MASAKAN

Jadwal Kursus Kuliner Kolektif di Raya Jemursari 234 Surabaya.

Jadwal Kursus Kue & Masakan di Royal Plaza Surabaya



Materi & Tarif Kursus Privat Kuliner

Kursus Masak Anak Anak - Kids Cooking Class

Liputan Kursus Kuliner

Anda ingin membuka Cafe?

Ikuti Kursus Cara Membuat Cafe

Kursus Minuman Cafe di Tristar Royal

RESEP KUE & MASAKAN

Resep Masakan Daging Sapi Monggolian

Resep Saucis Brood

Resep Cara Membuat Takoyaki

Resep Ayam Panggang Bumbu Rujak



Resep Masakan Daging Sapi Monggolian

Resep Saucis Brood



Resep Pudding Montelimar



Resep Cara Membuat Bandeng Presto



Resep Nasi Goreng Pete - Petai

Peluang Bisnis

Cara Membuat Keripik Buah

Cara Membuat Bandeng Presto

Cara Membuat Mie

Cara Membuat Ice Cream

Cara Membuat Bakso

Cara Membuat Pop Corn

Cara Membuat Arumanis





MESIN & PERALATAN HOME INDUSTRY

Mesin Bandeng Presto - Ayam Tulang Lunak



Mesin Ice Cream & Es Puter



Mixer Roti & Bakery - Planetary Mixer B10 -15-20



Mesin Panggang BBQ Tanpa Asap



Mesin Cacah Bakso - Blender Daging



Mesin Arumanis - Cotton Candy Maker



Company Profile Tristar

TTA

BUM GIF

tristar royal GIF





Download brosur

Download Brosur TRISTAR klik :

Download Jadwal Kursus 234

























Pages

Kamis, 18 Desember 2014

Wisuda Akpar Majapahit


Diwisuda di Hotel Bumi Surabaya pada Sabtu, 29 November 2014

71 Mahasiswa D-III Akpar Majapahit Surabaya Kini Sandang Gelar Ahli Madya Pariwisata

AKADEMI Pariwisata (Akpar) Majapahit Surabaya sukses menghelat acara wisuda 71 mahasiswa jurusan D-III Usaha Perjalanan Wisata (UPW) dan Perhotelan di Hotel Bumi Surabaya pada Sabtu, 29 November 2014. Setelah diwisuda mereka berhak menyandang gelar Ahli Madya Pariwisata (Amd.Par).

Wisuda ke VI mahasiswa D-III Akpar Majapahit ini merupakan tonggak bersejarah bagi Yayasan Eka Prasetya Mandiri yang menaungi lembaga pendidikan tinggi itu, dalam kiprahnya mencetak sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni sebagai ahli madya di bidang pariwisata.

Ditemui di kantornya, Senin (1/12) pagi, Direktur Akpar Majapahit, Ir Juwono Saroso mengatakan, setelah sukses menghelat wisuda ke VI, sejumlah 71 mahasiswa D-III Akpar Majapahit, Sabtu (29/11) lalu, pihaknya berharap pasca gelaran wisuda tersebut semakin memacu adik-adik kelas untuk menyelesaikan kuliahnya tepat waktu. Pasalnya tidak bisa dipungkiri ada beberapa mahasiswa yang prothol sebelum waktunya mereka diwisuda.

“”Dengan adanya wisuda kali ini kami ingin momentum itu menjadi kebanggaan orang tua, masyarakat dan seluruh civitas akademika Akpar Majapahit, terutama mahasiswa D-III yang saat ini masih kuliah agar terpacu menyelesaikan studinya tepat waktu dan sukses meraih gelar Ahli Madya Pariwisata atau Amd.Par,” kata Juwono.

Selain itu juga, lanjut owner Akpar Majapahit ini, dengan adanya momentum wisuda perdana tersebut, alumni yang sudah bekerja di berbagai kota bisa berkumpul kembali, seiring dengan diaktifkannya Ikatan Alumni (IKA) Akpar Majapahit. Keberadaan Ikatan Alumni ini diharapkan bisa saling membantu antar mahasiswa, alumnus dengan pihak kampus.


Jika ada informasi terkait peluang kerja (jobs) atau penawaran magang kerja yang jelas bisa di-share dengan adik-adik kelasnya. ”Selain itu, kami juga berharap kepada alumnus yang saat ini telah bekerja atau berwirausaha sendiri, bisa menjaga nama baik almamater,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, pihaknya juga mengundang beberapa mitra kerja dari kalangan hotel dan restoran anggota PHRI Jatim, travel agent, pelaku industri pariwisata lainnya serta dari pemerintahan cq Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jatim untuk menghadiri acara wisuda, sekaligus sebagai apresiasi atas terjalinnya kerjasama yang baik dengan institusi Akpar Majapahit.

”Dengan demikian kami harapkan mereka lebih yakin lagi terhadap eksistensi institusi Akpar Majapahit dan para alumnusnya. Sejauh ini, dari 71 wisudawan, 15 persennya telah mengabdi di almamater, sedangkan sisanya menjadi entrepreneur dengan membuka usaha sendiri dan ada juga bekerja di sejumlah perusahaan swasta di dalam maupun luar kota,”  terang Pak Yu, sapaan akrab Ir Juwono Saroso.

Seperti diketahui, industry pariwisata Indonesia ke depan akan menghadapi tantangan yang tidak ringan, memasuki era ASEAN Economy Community (AEC) atau Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) tahun 2015., terutama terkait kompetensi SDM Indonesia dibandingkan dengan tenaga kerja asing pendatang (TKAP) yang sama-sama memiliki kesempatan untuk masuk ke bursa lapangan kerja baik Indonesia maupun di luar negeri.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jatim Dr H Jarianto MSi, dalam kata sambutannya di Buku Wiswuda Akpar Majapahit, yang dirilis bertepatan dengan acara wisuda 71 mahasiswa Akpar Majapahit, 29 November 2014.

Diakui Jarianto, pariwisata merupakan industry yang semakin berkembang secara signifikan, yang bisa dilihat bahwa jumlah hotel di Jatim sampai akhir 2013 mencapai 1.305, restoran sebanyak 1.845, rekreasi dan hiburan umum sejumlah 2.611 dan biro perjalanan wisata (BPW) sekitar 532, mengindikasikan bahwa betapa besarnya peluang lapangan kerja yang bisa dimanfaatkan.

”Nah, salah satu jawaban atas tantangan dan peluang tersebut adalah mendorong dunia pendidikan untuk menyesuaikan kurikulumnya agar berbasis kompetensi atau competed based training (CBT) yang berstandar internasional, sehingga dapat mengisi peluang kerja yang tersedia. Kami berharap lulusan Akpar Majapahit juga sukses dalam memasuki dunia kerja,” pesannya.

Dalam kesempatan itu, panitia wisuda Akpar Majapahit juga mengukuhkan dua orang wisudawan terbaik dari masing-masing program studi. Untuk prodi UPW, wisudawan perbaiknya diberikan kepada Catur Puspitasari dengan IPK 3,62, sedangkan Albert Eddy Edward menjadi wisudawan terbaik dari prodi Perhotelan dengan IPK 3,75. Selamat dan sukses kepada seluruh wisudawan dan wisudawati mahasiswa D-III Akpar Majapahit 2014.

Ujian Praktek Memasak & Patiseri di Majapahit Tourism Academy


Tingkatkan Skill, Mahasiswa Akpar Majapahit Ujian Praktik Culinary dan Pastry

UNTUK meningkatkan kemampuan mahasiswanya dalam pembelajaran teori maupun praktik, setiap kampus mempunyai cara tersendiri untuk meningkatkan kualitas mahasiswanya dari segi skill. Maka dari itu, kemarin (23/6) Akpar Majapahit (khusus Culinary & Pastry) melaksanakan ujian praktikum yang berjalan selama empat hari dan berakhir pada Kamis (26/6).



Ujian untuk kelas pagi yang dimulai pukul 08.30 – 11.30 WIB, sedangkan kelas siang dimulai pukul 13.00 – 16.00 WIB di kampus Akpar Majapahit. Dengan adanya ujian praktikum seperti ini, jelaskan memotivasi mahasiswa untuk bisa lebih rajin dalam membuat produk yang enak dan nikmat, bisa me-manage waktu dan mendisiplinkan mereka untuk nantinya pada saat magang akan terbiasa pada saat belajar di kampus.



Tujuan ujian ini juga untuk menilai seberapa kreasi dan kreativitasnya mahasiswa Akpar Majapahit mengevaluasi lagi hasil praktik yang mereka dapat selama belajar (triwulan) di kampus Akpar Majapahit. Tentu juga menilai dari rasa, penampilan dan estetika yang diujikan.



Mahasiswa Akpar Majapahit yang melaksanakan ujian praktikum dibagi per-kelompok yang sudah diacak  dosen sesuai dengan triwulan pertama dan kedua yang mereka tempuh, perkelompok berjumlah tiga orang sisanya tiga orang. Ada juga yang individu bagi mereka yang sudah triwulan ketiga, tergantung dari setiap dosen dan peminatan yang mereka ambil berbeda pula cara pengujiannya.



Berbeda dengan kelas Culinary, untuk Culinary pada triwulan ketiga masakan yang akan diujikan menggunakan mistery box atau bahan-bahan memasak, mahasiswa membeli sendiri (memang khusus untuk ujian, beberapa mereka ada yang membeli sendiri untuk bahannya) dan nantinya orderan yang mereka beli tidak untuk mereka masak, melainkan diacak perorang dan mahasiswa akan mendapatkan bahan dari teman yang berbeda. Untuk triwulan kedua memilih sendiri menu yang diujikan dengan tema Chinese atau Indonesian Food.


Setelah semua mahasiswa selesai dengan waktu yang sudah ditentukan, saatnya dosen menilai hasil praktik mahasiswanya. Oleh karena itu mahasiswa berusaha semaksimal mungkin untuk mendapatkan hasil terbaik dan tentu saja poin tertinggi dari setiap dosen dalam ujian kali ini.


Sekadar info saja, penilaian hasil ujian untuk Dosen Culinary ada Chef Yanuar Kadaryanto, Chef Ari dan Chef Mahmudi, sedangkan untuk Dosen Pastry ada Chef Otje Herman Wibowo, Chef Renny Savitri dan Chef Erviana, ditambah juga dari dosen Pariwisata dan Perhotelan yang ikut menilai masakan mahasiswa Akpar Majapahit.



So, bagi kalian yang ingin sekolah memasak seperti mereka yang mampu menguasai skill dan tehniknya. Datang saja ke Kampus Akpar Majapahit di Jl. Raya Jemursari 244 Surabaya dan Kampus Mojokerto Jln. Raya Jabon Km 07. , datang dan rasakan suasana kampus yang begitu nyaman dan menarik, lobby yang dibuat seperti layaknya di hotel. (ica)

Untuk Informasi Pendaftaran, Silakan menghubungi:
081233752227, 081357866283, 081336563094, 081234506326.
Atau anda bisa juga add BB PIN:
2A1CE131, 2B517ECB, 2B425821, 2A6A1F4E.

Kunjungi juga web resmi kami di
http://www.majapahit.org ; www.matoa.info
Bergabunglah dengan AKADEMI PARIWISATA MAJAPAHIT - For The Best Future.

Sekolah Masak - Akademi Tataboga - Pendidikan Kuliner - Perhotelan Pariwisata - Culinary Academy - Cooking School - Praktek Setiap Hari.
Sekolah Masak Terbesar & Terbaik di Indonesia.

Study Tour Mahasiswa Akpar Majapahit

Ke Bangkok & Pattaya

Kamis, 04 Desember 2014

Wedding Cake Kreasi Mahasiswa Akpar Majapahit



Special ‘Wedding Cake’ Kreasi Mahasiswa (part. 1)
Akpar Majapahit Surabaya


Keindahan ‘Wedding Cake’ dalam sebuah acara pesta pernikahan, tentunya akan menjadi daya tarik tersendiri bagi para tamu yang hadir. Tak heran jika kehadiran wedding cake yang menjulang tinggi atau sekedar dua – tiga tingkat bisa menjadi centerpiece di dalam ruang pesta. Paduan bentuk cake yang unik serta warna yang serasi dengan tema sang pengantin, pastinya akan menambah kemeriahan pesta pernikahan.



Mengusung pokok bahasan mata kuliah pembuatan ‘Wedding Cake’, para Mahasiswa program studi Pastry Akademi Pariwisata Majapahit Surabaya menampilkan karya-karya apiknya yang dituangkan untuk sebuah moment special.

Rumit dan membutuhkan kreatifitas itu pasti. Itulah gambaran dari para mahasiswa dalam pembuatan ‘wedding cake’. Mulai membuat konsep desain hingga menyiapkan topper cake yang unik. Tak hanya itu, detail hiasan pada cake tema ini begitu penting, karena untuk membentuk sebuah keindahan.


Berikut beberapa karya ‘Wedding Cake’ Mahasiswa program studi Pastry Akademi Pariwisata Majapahit Surabaya yang bisa Anda petik idenya :

Ø 
Golden Peacock
Dominan warna emas yang mengkilap membuat ‘wedding cake’ ini tampil elegan. Paduan bunga mawar emas dan pertemuan sepasang burung merak sebagai topper dengan bulu ekor yang warnanya sangat cantik, makin lengkap melambangkan keserasian sepasang pengantin.

Ø  Blue Romance
Nuansa romantis yang digambarkan lewat dasar cake warna biru muda, menjadi lebih hidup dengan balutan renda dan garnish bunga. Ada rangkaian bunga mawar sebagai topper, lalu bunga teratai biru yang menempel bak dilautan sebagai centerpiece dan bunga blossom biru bertebaran makin menciptakan karya yang makin berkesan.












Ø  Classic Wedding
Dibalik kesederhanaan pemilihan warna-warna pastel menjadi cerah dengan ditingkahi oleh bouquet warna kuning emas dari bunga mawar sebagai topper dan pemanis dari wedding cake yang didominasi warna peach. Detail-detail berupa tebaran bunga blossom dan mutiara pada cake menjadi pemanis, ditambah tampilan sepasang pengantin menjadi daya tarik terhadap wedding cake ini secara keseluruhan.

Ø  Fantasy White Ribbon
Fondant bermotif pita renda putih dengan pinggiran warna emas yang menutup ‘wedding cake’ empat tingkat ini mampu menghadirkan kesan fantasi dalam suatu ruang pesta pernikahan. Tatanan bunga mawar warna merah sebagai topper makin mempercantik cake special. *Upi





Jumat, 15 Agustus 2014

S1 International Culinary Business Padukan Culinary, Patiseri, Culinology dengan Ilmu Ekonomi

Kolaborasi Akpar Majapahit dengan IEU Surabaya



DEMI mengembangkan program studi S1 International Culinary Business di Surabaya, Akpar Majapahit sepakat menggandeng IEU. Kedua lembaga pendidikan ini berelaborasi untuk  mencetak sarjana yang disiapkan  menjadi calon entrepreneur andal di bidang kuliner.


Kerjasama saling menguntungkan yang dirintis mulai tahun akademik 2014/2015 ini membuka kesempatan kepada lulusan SMA atau yang sederajat, menjadi calon mahasiswa baru S1 International Culinary Business (Culbiz).




Nantinya, mahasiswa baru program S1 International Culbiz akan menempati gedung perkuliahan di Kampus C Jl Dukuh Kupang (belakang stasiun TVRI Surabaya) yang saat ini dikelola bareng oleh pihak Akpar Majapahit dan IEU Surabaya.


Menurut Presdir Matoa Holding, Ir Juwono Saroso di kantornya, kemarin (17/7),  perkuliahan di kampus C dijadwalkan akan dimulai September 2014, dan sekarang ini mulai membuka pendaftaran serta menyiapkan sarana dan prasarana demi menunjang kegiatan belajar mengajar mahasiswa.


Program baru studi S1 International Culbiz ini fokus pada inovasi, kreativitas dan kemampuan wirausaha demi menciptakan peluang bisnis kuliner. Nah, karena fokusnya di bisnis kuliner, maka pihaknya mengadopsi ilmu culinology –perpaduan antara culinary dan teknologi pangan. ”Dari program baru ini kami menargetkan bisa menjaring 250-300 calon mahasiswa baru,” katanya seraya menambahkan bahwa target sebesar itu dinilainya cukup realistis.



Kelebihan program studi S1 International Culbiz, adalah (1). Sistem pembelajarannya yang berimbang (balance) antara praktikum, tata boda dan ilmu ekonomi. (2). Fasilitas praktikum yang lengkap dan modern terdiri dari laboratorium hot kitchen, cold kitchen, butcher room (ruang potong daging dan tulang), dan garde manger.



Garde manger adalah area yang ada di main kitchen, yang bertugas membuat aneka makanan dingin, mulai dari appertizer, soup, main course sampai dessert. Berikut ini adalah hidangan yang dibuat oleh garde manger:

·        Appertizer: aneka macam salad, sandwich/canope.
·        Soup: aneka macam soup dingin seperti consommé.
·        Main Course: aneka macam makanan utama dingin.
·        Dessert: aneka macam hidangan penutup dingin seperti pudding.



Di area garde manger juga terdapat sub area (sub seksi), yaitu butcher. Butcher adalah suatu area yang bertugas mengolah beraneka macam daging seperti chicken, beef, lamb, sea food dan sebagainya.


Fasilitas yang akan disiapkan berikutnya adalah (3). Laboratorium bakery, (4). Lab Pastry, (5), Chocolate Room, (6). Decoration Room, (7). Bartender Room, dan (8). Indoor & outdoor café n resto. Sedangkan fasilitas penunjang lainnya adalah (1). Lab Investment, (2). Lab Bahasa, (3). Lab Bank Mini, (4). Departemen Riset, (5). Layanan Komunitas, (6). Lab Akuntansi, (7). Auditorium, dan (10) Hall khusus untuk olahraga.


Masih menurut Yuwono, program S1 International Culbiz ini mengadopsi metode pembelajaran yang mengacu bagaimana mengasah sensitivitas (kepekaan) mahasiswa terhadap permasalahan dan menemukan peluang. Mengembangkan peluang dengan berbekal real project dan real problem.


Selain itu, selama tiga tahun pertama, mahasiswa diperkaya dengan kemampuan dan ketrampilan di bidang kuliner, patiseri, dan culinology mulai dari basic knowledge arts dan manajemen, healthy product serta sesuatu yang lagi ngetren di dunia industri.


Manfaat lain dari real culinary project --di antaranya Matoa Café & Resto, Naomi Café & Resto, D’ Hizteria Café & Resto, O’ost Café, dan Pujasera Balekliwon-- diharapkan akan mengasah kemampuan serta wawasan entrepreneurial yang kuat dan  kemampuan managerial mahasiswa dengan didukung pengembangan karakter yang berorientasi pada tanggung jawab sosial dalam menjalankan bisnis kuliner.


Dalam perkuliahan mahasiswa S1 International Culbiz, 100 persen memakai bahasa asing (Inggris), sedangkan mahasiswa yang mengambil program S1 Culbiz pengantarnya memakai bahasa Indonesia.


”Makanya, biaya perkuliahan antara S1 International Culbiz dan S1 Culbiz beda. Kalau S1 International Culbiz biaya kuliah di kampus C, kami patok Rp 43 juta pertahun, sedangkan S1 Culbiz hanya Rp 38-39 jutaan pertahun,” pungkasnya. (ahn)

Jumat, 04 Juli 2014

Wisata & Belajar Kuliner di Thailand

        


      Pada hari selasa, 11 maret 2014 lalu, para mahasiswa Akademi Pariwisata Majapahit khususnya D3 Perhotelan mengadakan kunjungan tahun ke-3 ke Thailand selama 4 hari. Di kunjungan mereka ke Thailand ini bertujuan untuk studi banding dengan sekolah memasak yang ada di Thailand yaitu Le Cordon Bleu serta mengunjungi berbagai daerah wisata.

Setiap tahunnya, Akademi Pariwisata Majapahit selalu mengadakan kunjungan studi observasi ,hal ini bertujuan untuk membandingkan system pembelajaran yang ada di kampus tempat mereka belajar dengan kampus yang lain. Pada tahun pertama, mahasiswa akan mengadakan kunjungan studi observasi di wilayah provinsi khususnya Jawa Timur. Pada tahun kedua, mahasiswa melanjutkan kunjungan studi observasi di wilayah nusantara yaitu Indonesia. Pada tahun ketiga, mahasiswa melanjutkan kunjungan studi observasi yang terakhir di Mancanegara khususnya Asia.




Perjalanan dimulai dari Bandara Internasional Djuanda. Para mahasiswa berkumpul di bandara. Mereka berangkat ke Thailand  pukul 16.00 WIB. Perjalanan memakan waktu sekitar 3,5 jam. Setibanya di Don Muang Thailand. para mahasiswa disambut oleh 2 tour guide dengan menggunakan 2 bus.













Perjalanan dimulai dengan makan malam di Sophia Restaurant. Saat makan malam, menu khusus yang disajikan disana yaitu Tom Yam. Tom Yam di Thailand berbeda dengan Tom Yam di Indonesia. Perbedaannya Tom Yam di sana lebih strong dengan taste daun ketumbar. Setelah makan malam, para mahasiswa menuju Hotel D’ Season Bangkok untuk beristirahat. dilanjutkan keesokan harinya makan pagi di hotel kemudian melanjutkan kegiatan yang telah di Agendakan.






       Keesokan harinya, hari kedua di Thailand. Setelah makan pagi dan check out dari Hotel D’ Season Bangkok, perjalanan berlanjut ke kota Bangkok. Disana para mahasiswa berwisata ke Wat Arun.



      Sebelum sampai di Wat Arun, mereka menyeberangi sungai Chao Phraya. Sungai ini membantang luas dan membelah kota Bangkok. Gedung-gedung menjulang tinggi, rumah-rumah penduduk dan lalu lalang masyarakat Bangkok dapat terlihat jelas dari atas perahu. Setelah sampai di Wat Arun, para mahasiswa dapat melihat candi-candi atau pagoda yang ada di Wat Arun, sangat rapi dan terawat dan juga bercorak warna warni.



Di Wat Arun juga terdapat beberapa toko yang menjual berbagai macam souvenir dan yang paling penting banyak sekali baju yang dijual disana. Tak hanya berkualitas bagus tapi harganya juga sangat murah.




     Setelah puas melihat sekeliling kota Bangkok dengan menyusuri sungai Chao Phraya, perjalanan berlanjut ke Wat Pho. Lokasi Wat Pho tepat berseberangan dengan Wat Arun, hanya saja dibatasi oleh sungai Chao Phraya. Di Wat Pho terdapat patung Budha tidur yang sangat terkenal di dunia. Patung Budha tersebut memiliki panjang 46 meter dan tinggi 15 meter. Uniknya, patung ini seluruhnya berlapis emas. Sedangkan mata dan kakinya dilapisi oleh kerang mutiara. Patung ini untuk mengenang saat Sang Budha masuk Nirwana dan sudah ada sejak abad ke-18. 



Setelah puas berkeliling dan mengagumi keindahan dan kebersihannya Wat Pho, mereka makan siang di Restoran Al Hilal. Restoran Al Hilal adalah restoran muslim yang ada di Thailand. Menu disana tetap ada Tom Yam khas Thailand. Di restoran tersebut juga menyediakan berbagai macam snack untuk dinikmati. 




Setelah beristirahat dan perut sudah terisi, mereka melanjutkan perjalanan ke Big Bee.





      Big Bee yaitu tempat peternakan lebah. Disana mahasiswa akpar diperlihatkan cara pembuatan Be Polen dan Royal Jeli. Tidak hanya itu saja, mereka juga dapat mengetahui cara sistem kerja lebah. Mereka dapat membedakan ratu lebah maupun lebah biasa. Setelah berkunjung di Big Bee mahasiswa Akpar Majapahit dapat membedakan mana madu yang asli dan palsu. Tak terasa hari sudah mulai malam. Jam menunjukkan pukul 6 malam. 
Wisata selanjutnya, mereka pergi ke pantai pattaya. Perjalanan hanya ditempuh selama 30 menit karena tidak terlalu jauh dari Big Bee. 






Pemandangannya indah saat sore hari dan kita dapat melihat sunset di pantai tersebut. Kita bisa bersantai dan menikmati suasana sore hari di pantai pattaya. Tidak lupa juga mereka makan malam di Turama Beach Hotel sambil menikmati suasana pantai. Setelah beberapa lama bersantai dan melepas lelah di pantai pattaya, perjalanan berlanjut ke Alcazar. Hanya dengan membayar 350 baht saja, mereka dapat menikmati event sangat menarik yaitu Alcazar Cabaret Show. Uniknya, Cabaret show adalah sebuah pertunjukan seorang ladyboy memakai kostum yang sangat menarik dan luar biasa. Saat mereka tiba disana, pertunjukan baru saja dimulai pukul 8 malam.







Setelah puas berkeliling ke beberapa tempat wisata di Bangkok, Para mahasiswa Akademi Pariwisata Majapahit beristirahat di Hotel Royal Century Pattaya.


Di dekat hotel mereka menginap banyak terdapat tempat makan. Karena merasa antusias ingin tahu makanan apa saja yang ada di Thailand, mereka pun pergi ke tempat makan tersebut. Banyak sekali makanan yang jarang sekali di temui di Indonesia. 






Makanan ini mungkin bisa dikatakan makanan ekstrem di Thailand seperti kalajengking goreng, kecoa goreng, jangkrik goreng, katak goreng, belalang, ulat belatung dan masih banyak lagi. Karena merasa tidak pernah makan makanan itu dan merasa aneh maka mereka tidak ada yang mencoba makanan ekstrem itu satupun. Mereka hanya mencoba ketan mangga. Makanan ini terbuat dari ketan dan di campur dengan irisan manga. Rasanya manis dan lezat. Setelah puas mencoba makanan Thailand, mereka kembali ke hotel untuk beristirahat dan berakhirlah perjalanan hari kedua ini.

            Pada hari ketiga di Bangkok, Para mahasiswa Akademi Pariwisata Majapahit melanjutkan wisata ke Nong Nooch Tropical Garden & Resort. Di tempat ini terdapat berbagai macam jenis bunga, pohon maupun tumbuhan lainnya. Tidak hanya itu, mereka juga dapat melihat festival kebudayaan Thailand dan pertunjukan atraksi gajah.










Lalu mereka pergi ke bowtip yaitu pusat penjualan makanan. Setelah makan, perjalanan berlanjut ke Platinum Mall. Disini mereka berjalan-jalan dan berbelanja sepuasnya. Tak heran banyak dari mereka membeli banyak barang yang mereka beli untuk oleh-oleh karena di Platinum Mall ini barang yang dijual sangat beragam dengan harga yang terjangkau. Setelah puas belanja oleh-oleh dan jalan-jalan tak terasa hari sudah sore. Mereka pun pergi ke Asian Hotel untuk makan malam lalu kembali ke D’ Season Hotel untuk beristirahat.



Hari ke empat yaitu hari terakhir di Thailand, mereka berkunjung ke Le Cordon Bleu. 


Le Cordon Bleu adalah lembaga pendidikan yang menyediakan pengajaran culinary dan hospitality dengan mutu terbaik. Le Cordon Bleu berkembang dengan menggabungkan inovasi dan kreativitas  dengan mendirikan pendidikan Sarjana yang dituntut untuk berkembang di industri hospitality bertaraf internasional. Kampus ini berlokasi di dalam Hotel Dusit Thani Building. Saat sampai disana, para mahasiswa disambut oleh receptionist yang akan mengarahkan mereka untuk berkeliling ke dalam kampus tersebut. Disana mereka melihat beberapa dapur maupun kelas untuk belajar. “Saya sangat senang berkunjung di Le Cordon Bleu ini. Kampusnya besar dan bagus banget. Dapur yang bersih, peralatan dapur yang lengkap, cara pengajarannya pun sangat menarik.” Kata Dhea Coryna, salah satu mahasiswa Akpar majapahit. Disana cara pengajarannya sangat sistematis. Kelas disusun semaksimal mungkin untuk memudahkan pengajaran.




Saat pengajaran di dalam kelas, para mahasiswa Le Cordon Bleu tidak hanya mendapatkan teori saja tetapi pengajarnya akan mempraktikkan langsung teori yang diterangkan. 
Uniknya disana Demotration room yaitu Mahasiswa bisa langsung melihat Chef memasak dan Mahasiswa diberi kesempatan untuk mengamati terlebih dahulu.




Di setiap kelas dilengkapi dapur untuk mempraktikkan teori yang sedang di ajarkan. “Saya sangat terkesan berkunjung di kampus Le Cordon Bleu. Kampusnya bagus. Dan yang paling saya suka cara receptionist menyambut kedatangan kami dan saat menemani kami berkeliling kampus. Receptionist-nya ramah, cantik dan sangat professional.” Ucapnya lagi.
Setelah berkunjung ke Le Cordon Bleu, pukul 11 siang mereka pergi ke MBK Mall. Mereka berkeliling dan berbelanja oleh-oleh untuk keluarga maupun temannya yang ada di rumah sampai puas. MBK Mall adalah mall terbesar di Bangkok.




Saat di MBK Mall tak puas rasanya jika tidak pergi ke Madame Tussauds. Madame Tussauds berlokasi dekat dengan Mall Siam Discovery. Madame Tussauds adalah museum replika lilin dengan koleksi tokoh-tokoh terkenal di dunia. Tidak hanya Barrack Obama yang ada di museum lilin ini tapi tokoh penting Indonesia pun ada disini yaitu Bung Karno. Tak hanya itu, banyak juga tokoh lainnya, seperti Katty Perry, Lady Gaga, Michale Jackson, Christiano Ronaldo, Mahat Maganti (pejuang India), Oprah, Albert Einstein dan masih banyak lagi.







Tak terasa studi observasi di Thailand pun berakhir dan tiba waktunya mereka pulang ke Indonesia. Mereka pun berkumpul di Don Muang Airport thailand . mereka berangkat pukul 8.30 pm dan sampai di Bandara Internasional Djuanda pada pukul 01.30 WIB. Banyak pesan dan kesan yang mereka dapat saat studi observasi di Thailand dan mereka mempunyai harapan ke depan,
 untuk Akpar Majapahit yaitu agar Akpar majapahit kedepannya bisa lebih baik lagi. Begitu pula yg di harapkan oleh salah satu dosen pembimbing di Akpar majapahit yaitu Pak Yanuar ,beliau berharap agar kedepannya para siswa lebih banyak mengunjungi daerah wisata bukan hanya tempat belanja,agar menambah ilmu pengetahuan khususnya sesuai dengan jurusan di Akademi Pariwisata Majapahit.
~Learning by doing~ (/Nisa)


Sekolah Kuliner Terbaik & Terlengkap di Surabaya & Jakarta
Sekolah Masak
Akademi Tataboga
Pendidikan Kuliner