Sekolah Masak & Akademi Perhotelan




Program Pendidikan Kuliner & Perhotelan D1, D2 & D3.

SEKOLAH TATA BOGA - SEKOLAH KULINER



Program Pendidikan Kuliner Diploma 1, D2, dan D3.



Sistem Studi : Praktek Setiap Hari.



Jurusan :

1. Patiseri (Baking & Pastry).

2. Tata Boga (Kuliner).

Jenjang Studi lanjutan S1 & S2 di Swiss.

Dengan jurusan : International Hotel and Tourism Management.



Jln. Raya Jemursari no. 234. Surabaya.

Telp: 031-8433224-25.

Flexi: 031-81639992.

HP: 0817321024.



Kampus Baru: Jln Raya Tenggilis no. 68.

Surabaya - Indonesia.

Email: tristarkuliner@yahoo.co.id

*************************************

TRISTAR CULINARY INSTITUTE

Visi & Misi

Stuktur Kurikulum

Kalender Akademik


Fasilitas

Biaya Perkuliahan

Kegiatan Perkuliahan

logoculinary.png

*************************************

Kegiatan Ekskul Kuliner untuk Siswa SD - SMP _ SMA







Salah satu jenis Ekstrakurikuler yang popular saat ini adalah Ekskul Kuliner. Tristar Culinary Institute salah satu lembaga pendidikan yang secara serius memperkenalkan & mempopulerkan kegiatan masak memasak disekolan sejak tahun 2007, saat ini semakin banyak peminat Ekskul Kuliner mulai dari jenjang pendidikan SD, SMP & SMA.

KURSUS KUE & MASAKAN

Jadwal Kursus Kuliner Kolektif di Raya Jemursari 234 Surabaya.

Jadwal Kursus Kue & Masakan di Royal Plaza Surabaya



Materi & Tarif Kursus Privat Kuliner

Kursus Masak Anak Anak - Kids Cooking Class

Liputan Kursus Kuliner

Anda ingin membuka Cafe?

Ikuti Kursus Cara Membuat Cafe

Kursus Minuman Cafe di Tristar Royal

RESEP KUE & MASAKAN

Resep Masakan Daging Sapi Monggolian

Resep Saucis Brood

Resep Cara Membuat Takoyaki

Resep Ayam Panggang Bumbu Rujak



Resep Masakan Daging Sapi Monggolian

Resep Saucis Brood



Resep Pudding Montelimar



Resep Cara Membuat Bandeng Presto



Resep Nasi Goreng Pete - Petai

Peluang Bisnis

Cara Membuat Keripik Buah

Cara Membuat Bandeng Presto

Cara Membuat Mie

Cara Membuat Ice Cream

Cara Membuat Bakso

Cara Membuat Pop Corn

Cara Membuat Arumanis





MESIN & PERALATAN HOME INDUSTRY

Mesin Bandeng Presto - Ayam Tulang Lunak



Mesin Ice Cream & Es Puter



Mixer Roti & Bakery - Planetary Mixer B10 -15-20



Mesin Panggang BBQ Tanpa Asap



Mesin Cacah Bakso - Blender Daging



Mesin Arumanis - Cotton Candy Maker



Company Profile Tristar

TTA

BUM GIF

tristar royal GIF





Download brosur

Download Brosur TRISTAR klik :

Download Jadwal Kursus 234

























Pages

Rabu, 26 Agustus 2015

Bisnis Kuliner Menggeliat, Akpar Majapahit Buka Program Baru ’’Advanced Culinary Class’’

PRESDIR Majapahit Tourisme Academy (Matoa) Holding Ir Juwono Saroso memprediksi program baru Advanced Culinary Program bakal booming setelah mencermati sekaligus menerjuni trend bisnis kuliner di Tanah Air belakangan ini.

Pembukaan program baru tersebut untuk menyiapkan tenaga-tenaga yang andal di bidang kuliner guna menyikapi pelaksanaan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) 2015.

Program baru Culinary Advance di Kampus Akpar Majapahit Surabaya ini sekaligus melengkapi program yang telah dibuka sebelumnya yakni  program S1 Culinary Business (Culbiz) tahun akademik (TA) 2014/2015.

Selain itu Tristar Institute BSD Jakarta --salah satu unit usaha dari Matoa Holding-- juga sudah merintis program S1 Food Technology (Food Tech) sejak awal tahun ini dan program ini dikembangkan di Surabaya yang dikemas dalam program Culinary Advance.

Program baru ini mendidik mahasiswa dalam dua disiplin ilmu, yakni ketrampilan di bidang tata boga + patiseri dan ilmu-ilmu mengenai culinology, molecular grastronomy dan food technology.

Mahasiswa yang mengambil program ini ke depannya tidak hanya piawai membuat makanan (sajian) yang menarik, garnis (tampilan) yang bagus, dan rasa yang lezat saja, tetapi mereka juga mempelajari ilmu pangan seperti teknik pengawetan, ilmu nutrisi dan gizi, ilmu mikrobiologi dan keamanan pangan, teknologi industri pangan yang sehat dan aman, ilmu pangan terapan, proses rekayasa pangan dan melaksanakan penelitian (riset) dan publikasi.

Selain itu mahasiswa juga akan dibekali wirausaha di bidang pangan seperti industri frozen food, minuman dalam kemasan, makanan awetan seperti abon, snack, frozen bakery, dan lain-lain.

Mereka juga dikenalkan dan praktik mesin-mesin industry pangan dari industri kecil, menengah hingga industri besar.Untuk itu pihak kampus akan mengajak mahasiswa melakukan studi banding ke luar negeri mengunjungi pabrik (factory visit), riset dan development department.

Masih menurut Juwono Saroso, dalam menyusun materi perkuliahan dan praktik dalam program culinary advance itu merupakan hasil kreasinya sendiri --karena dirinya dengan latar belakang sebagai lulus dari Fakultas Teknik Kimia ITS-- termotivasi mengembangkan dua disiplin ilmu, yakni ketrampilan di bidang tata boga + patiseri dan ilmu-ilmu mengenai culinology, molecular grastronomy dan food technology.

Sesuai dengan RKAP tahun 2015/2016, pihak Matoa Holding sudah menganggarkan belanja modal sebesar Rp 500 jutaan untuk pengadaan peralatan baru guna mendukung operasional laboratorium food technology dan praktik molecular gastronomy bagi mahasiswa.

Nah, keajaiban dalam hidangan (molecular gastronomy) ini nantinya juga dipelajari mahasiswa yang mengambil program Culinary Advance. Molecular gastronomy dalam dunia tata boga ini lebih menekankan pada pendekatan ilmiah yang memadukan antara ilmu kimia dan fisika di dunia kuliner dan pastry.

Maka tidak heran jika ada café & resto bintang lima yang menyajikan apple pie dan rujak dalam bentuk ice cream. Rawon dalam bentuk agar-agar dengan rasa daging dan bumbunya terasa lekat di lidah.

”Tidak hanya itu, ada juga spaghetti yang tampilannya sepertinya tidak berbumbu ternyata memiliki rasa ”meledak” di mulut. Ada juga es krim nitrogen yang sensasi rasanya luar biasa di mulut. Nah dengan memahami molecular gastronomy, saya yakin lulusan program Culinary Advance  bisa diterima pasar kerja,” terang Juwono yang juga owner Matoa Holding.

Program Culinary Advance yang dibuka pihak Kampus Akpar Majapahit ini merupakan jembatan menuju program S1 Food Technology namun menikberatkan pada spesialisasi, demi menjawab kebutuhan mahasiswa yang suka masak (kuliner) tetapi tidak suka mata kuliah dan praktik pastry. Sedangkan program Pastry Advance mengakomodasi mahasiswa yang suka pastry tetapi tidak suka masak.

Terkait dengan hal itu pihaknya pada Senin (11/8/2015) mengundang dosen tamu Chef Didi Han –chef senior asal Indonesia yang telah malang melintang di Eropa (Belanda) dan Amerika (Kanada)—berbagi ilmu tentang food decorator dan food technology dengan juniornya yakni Chef Yuda Agustian, Chef Della sapaan karib Adeline Nadia Daniel bersama 12 mahasiswa D3 jurusan kuliner Akpar Majapahit di laboratorium Food Tech Jl Jemursari 234 Surabaya.

Dalam kesempatan itu, pihaknya juga mengenalkan peralatan canggih kepada mahasiswa antara lain Vacuum Packing Machine (VPM), Polyscience Sous Vide Professional Immersion Circulator --produk innovation culinary technology dari AS— dan Induction Cooker (kompor listrik induksi) hemat energi.

VPM ini diaplikasikan untuk mevakumkan makanan, seperti daging dengan membuang kandungan airnya. Sebelum divakum, daging itu dikemas dalam kantong plastik lebih dulu, selanjutnya daging dalam kemasan plastik itu dimasak dalam alat Polyscience Sous Vide Professional Immersion Circulator.

Setelah mendapat perlakuan tersebut, daging yang telah divakum tersebut direbus dalam panci berisi air yang suhu pemanasannya dikontrol langsung oleh alat canggih PolyScience Sous Vide Professional Immersion Circulator untuk melonggarkan ikatan daging dengan kemasannya sehingga daging mudah diambil dari dalam kemasannya.

Selanjutnya daging yang sudah divakum tadi bisa dimasak –dipanaskan (heat) atau digoreng (fry)-- di atas kompor listrik induksi (induction cooker). Dan yang harus diperhatikan adalah wadah untuk memasak daging itu sebaiknya dari bahan stainless steel atau teflon.

Dalam demo memasak daging sapi (tenderloin) di atas kompor induksi, ada dua perlakuan yang dicoba yakni daging dipanaskan pada suhu konstan 80 derajat celcius selama 10-15 menit. Sedangkan pada treatment kedua, daging digoreng pada suhu 200 derajat celcius selama 1-2 menit. Hasilnya, kematangan daging medium, tekstur menjadi empuk, namun pada perlakukan kedua bumbunya lebih meresap ke dalam daripada treatment pertama. (ahn)

Akpar Majapahit terapkan Modul Baru Perkuliahan Praktek Kuliner 2015


AKPAR
 Majapahit yang berkampus di Jl Jemursari 244 Surabaya, terus berkreasi sekaligus meng-up date modul pembelajaran pada program studi kuliner demi meningkatkan kompetensi mahasiswa menyikapi trend industri kuliner yang berkembang pesat akhir-a
khir ini.

Dosen Akpar Majapahit Ari Purwanto S.St Par. MM mengatakan itu usai menemui Presdir Matoa Holding Ir Juwono Saroso MM di ruang kerjanya, kemarin (18/08/2015), sehubungan dengan diberlakukannya modul pembelajaran baru program studi kuliner bagi mahasiswa jurusan culinary di kampus Akpar Majapahit sejak Mei 2015 lalu.

Chef Ari Purwanto, yang baru saja menyelesaikan studi S2 Magister Management di salah satu perguruan tinggi ternama di Surabaya, menuturkan, semangat untuk mengimplementasi modul baru di lingkungan kampus Akpar Majapahit setelah pihaknya melakukan studi banding dengan lembaga perguruan tinggi, kalangan dunia usaha dan praktisi bisnis kuliner di Surabaya.

Menurut chef Ari Purwanto, modul baru ini merupakan penyempurnaan dari modul standar yang sebelumnya diterapkan dosen kepada mahasiswa. Pada modul yang lama dalam setiap kelas yang berisi 16-20 mahasiswa, dibentuk 4-5 kelompok, di mana setiap kelompok anggotanya terdiri dari 4 mahasiswa. Setiap kelompok wajib membuat tiga macam masakan per harinya.

Kelemahannya ada mahasiswa yang tidak kebagian jatah memasak, sehingga mereka hanya sekadar membantu menyiapkan bahan-bahan sebelum praktik masak.Namun tidak sedikit mahasiswa yang hanya numpang kerja temannya dalam satu tim.

Fakta ini merupakan salah satu dasar pertimbangan kenapa pihaknya memberlakukan modul yang baru tersebut yakni membuat kelompok kecil terdiri dua mahasiswa, sehingga dalam satu kelas ada 8-10 kelompok kecil. Setiap kelompok kecil ditugasi membuat dua macam masakan. Setiap masakan dikerjakan satu mahasiswa.

Ini berarti setiap mahasiswa harus bisa bekerja sendiri tanpa bantuan teman meskipun dalam satu tim (kelompok kecil). Mereka bertanggung jawab atas masakannya sendiri. Setelah hasil kerjanya dinilai dosen, dua masakan tersebut bisa dibawa pulang untuk ditunjukkan kepada orang tuanya masing-masing. Dengan demikian, orang tua bisa memonitor hasil karya putra putrinya selama kuliah.

Selain itu, untuk meningkatkan kompetisi antarmahasiswa dalam satu kelas maupun antarkelas, pihak kampus juga menerapkan battle system. Sistem ini memungkinkan dilakukan perlombaan antarmahasiswa di internal kelas masing-masing, juga lomba masak antarkelas yang dihelat setiap bulan.

Battle system ini bertujuan untuk memacu kreativitas para mahasiswa sehingga mereka bisa selalu tampil kompetitif baik saat masih kuliah maupun terjun di lingkungan kerjanya masing-masing,” kata chef Ari Purwanto.

Masih menurut chef Ari, modul baru ini bertujuan meningkatkan kompetensi mahasiswa jurusan culinary yang kelak terjun di masyarakat. Modul baru ini sebelumnya juga sudah disosialisasikan kepada kalangan dosen di lingkungan Akpar Majapahit.

Tak pelak lagi jika pengimplementasi modul baru ini langsung disambut suka cita oleh owner Akpar Majapahit Ir Juwono Saroso dan diapresiasi oleh sejumlah dosen seperti Chef Yuda Agustian, Chef Yanuar Kadaryanto, Chef R Bagus Handoko, Chef Boediono Koeswadi, Chef Adeline Nadia Daniel, Chef Cindra Siendharta.

Chef Boediono Koeswadi, menilai modul pembelajaran baru yang diterapkan kepada mahasiswa jurusan culinary Akpar Majapahit beberapa bulan terakhir ini memberi dampak positif bagi dosen maupun mahasiswa karena pihak lembaga (diwakili dosen) bisa mengetahui secara pasti hasil karya dan kreativitas setiap mahasiswa.

Jika ada mahasiswa yang kesulitan, pihaknya bisa langsung memberi pendampingan sekaligus mencarikan solusinya. Dengan demikian kemandirian dan keberanian mahasiswa juga tumbuh saat dia harus praktik memasak sendiri. Kepercayaan diri mahasiswa juga meningkatkan saat dosen menyodorkan resep masakan yang harus dipraktikkannya pada hari itu.

Selain itu, tambah Chef Boediono, pada saat dihelat battle system, setiap kelompok kecil yang diadu dengan kelompok lain dituntut untuk tetap kompak alias team work-nya harus bagus dan senantiasa menjaga fair play (persaingan sehat).

Sehingga dalam setiap perhelatan lomba-lomba masak yang menuntut kreativitas baru dari setiap anggota tim. Tim yang kalah dalam lomba itu  kena punishment berupa piket seperti membersihkan dapur, cuci piring (general cleaning kitchen) selama 30 menit. ”Nah inilah serunya modul baru yang telah kami berlakukan kepada mahasiswa jurusan Culinary Akpar Majapahit. Antusiasme mahasiswa pun meningkat karena mereka jadi semakin termotivasi untuk menampilkan kreasi terbaiknya,” ujar chef Boediono.

Presdir Matoa Holding Ir Juwono Saroso MM yang juga owner Akpar Majapahit sangat men-support setiap ide kreatif yang datang dari dosen maupun karyawan, termasuk usulan menerapkan modul pengajaran baru kepada mahasiswa jurusan Culinary di lingkungan Kampus Akpar Majapahit.

Konsekuensi dari implementasi modul baru tersebut, pihak yayasan baru-baru ini menambah jumlah kompor dan peralatan dapur yang dipakai untuk praktik mahasiswa, juga belanja bahan untuk masak memasak juga meningkat sampai 50 persen dari sebelumnya.



”Namun penambahan investasi peralatan dan belanja kebutuhan praktik masak memasak mahasiswa masih tertutupi oleh kenaikan uang kuliah mahasiswa. Jadi bagi kami nggak ada masalah senyampang semuanya itu demi kebaikan lembaga, dosen dan mahasiswa sendiri,” pungkasnya. (ahn)

Rabu, 19 Agustus 2015

Cantik & Mungil Sajian Western Hors D Oeuvre


Culinary Advanced – Akademi Pariwisata Majapahit


 ‘Small is beautiful’ mungkin ini kata-kata yang cocok diucapkan saat melihat kreasi mahasiswa Akpar Majapahit kelas Culinary Advanced yang sedang praktik membuat sajian Western Hors D Oeuvre.


Berbicara tentang materi Western Hors D Oeuvre, Chef Budiono selaku dosen kuliner menjelaskan dalam pokok bahasan ini mahasiswa diajarkan membuat hidangan pembuka selera berukuran mungil (small bite). Sajian ini memiliki keindahan tersendiri, rasa yang enak (tastefull), ringan (ligth), menyegarkan, dan disajikan dengan penampilan menarik.

 
 

Dalam praktiknya, mahasiswa Culinary Advanced membuat 8 menu, antara lain King Prawn and Avocado Salad with Gazpacho, Fajitas with Guacamole, Cilantro Roasted Veal Medallions with Portobello Mushroom Tart, Charred Mexican Style Flank Beef Wrapped in Flour Tortila with Picodegallo, Seared Sea Scallop and Romesco Sauce, Oyster Tasting with Three Dips, Spinach Crepes with Lentil Raqout and Tomato Coulis, dan Vegetables and Tofu Cannelloni with Cilantro.


Menurut chef Budiono, sajian Western Hors D Oeuvre diperlukan kejelian dan kreativitas. Hampir semua menu yang dipraktekan menggunakan bahan segar dan bumbu yang khas yaitu bumbu-bumbu yang merangsang selera makan. Sehingga citarasa yang ditampilkan harus unik, lembut, dan tetap menyegarkan.


Ia juga menjelaskan bahwa disetiap minggu diakhir materi perkuliahan, mahasiswa Culinary Advanced dianjurkan untuk membuat Food Creation. Dengan harapan, mahasiswa mampu menciptakan kreasi menu baru yang layak dan bernilai jual.


Dengan poin penilaian yang meliputi rasa, tekstur, penampilan dan kreativitas, beberapa mahasiswa Culinary Advanced seperti Ridho D membuat kreasi menu Salmon Fry with Clam Sauce, dan Titus F. membuat kreasi menu Salmon Blackpepper Sauce. Wah, dalam waktu selama 90 menit, mereka dapat menyajikan sajian berukuran mungil dan cantik, lho !


Pasti keren bukan, tampilan produk Western Hors D Oeuvre yang dibuat oleh mahasiswa Akpar Majapahit kelas Culinary Advanced? Sudah tidak diragukan lagi, kelas Culinary Advanced yang ada di kampus Akademi Pariwisata Majapahit memberikan ruang belajar bagi Anda dalam berkreatifitas di dunia kuliner untuk menjadi chef profesional. *Upi

Kampus Akademi Pariwisata Majapahit
Kampus Mojokerto | Jl. Raya Jabon KM 07, Mojokerto
E-mail : akparmajapahit@gmail.com

Graha Tristar | Jl. Raya Jemursari 234 & 244, Surabaya
Tel. (031) 8480821-22. 8433224-25. 8410109
Hp. 081233752227, 081234506326
Blackberry PIN : 2A1CE131 ; 2B517ECB ; 2B425821 ; 53B4EFD8
Fax. (031) 8432050
www.majapahit.org / www.matoa.info

Sabtu, 15 Agustus 2015

Keunggulan Program Studi Perhotelan Akpar Majapahit


R. Paulus Soetrisno, SST.Par

Akademi Pariwisata Ma­ja­pahit adalah lembaga pen­­didikan formal Diploma 3 dengan program studi Per­ho­telan dan Usaha Perjalanan Wisata secara formal berdiri ber­da­sarkan surat keputusan menteri pendidikan nasional nomor 17/D/O/1997 tanggal 14 Juli 1997.

Minggu, 26 April 2015

Majapahit Tourism Academy @ Food & Hotel Indonesia 2015 - JCC Kemayoran Jakarta


Manjakan Lidah dan Mata di Salon Culinaire 2015



Keren, mungkin itu kata-kata yang bisa terucap saat melihat berbagai showpiece yang tertata sangat apik di meja display. Bahan pembuatnya memang berbagai jenis roti, cokelat maupun karamel yang dibentuk sedemikian rupa. Pemandangan cantik ini cukup memukau dalam acara Salon Culinaire 2015.
Acara yang diselenggarakan di JIE Kemayoran Jakarta untuk memanjakan para pencinta kuliner di Indonesia mulai 15 April hingga 19 April 2015. Tak hanya makanan-makanan lezat nan indah yang bisa Anda lihat tapi pengunjung bisa melihat kompetisi seru dari para chef, baik yang pemula maupun profesional.
Chef yang mengikuti kompetisi ini adalah chef-chef terbaik dengan usia mulai dari 25 tahun. Chef tak hanya dari Indonesia tapi juga negara tetangga, seperti Malaysia, Singapura, Kuala Lumpur, Korea selatan dan banyak lagi.
Ada sekitar 25 kelas yang dilombakan, kelas-kelas tersebut terbagi atas live cooking dan display. Dalam  live cooking, Anda bisa menyaksikan kehebatan para Chef dalam membuat makanan, mulai dari menyiapkan bahan-bahan, mengolah hingga tertata manis di meja.
Sementara di area display Anda akan dimanjakan dengan bentuk-bentuk cantik dari roti, cake dekor dan coklat. Termasuk, makanan tradisional dari berbagai daerah. Tak hanya bisa melihat kepiawaian para chef dari World Association of Chef Societies (WACS), pengunjung juga bisa ikut mencicipi makanan-makanan yang dibuat oleh peserta kompetisi.



Dan yang paling membanggakan, untuk pertama kalinya beberapa mahasiswa perwakilan kampus Akademi Pariwisata Majapahit Surabaya dan Tristar Institute BSD Serpong ikut berpartisipasi mengikuti 4 kompetisi diantaranya Petit Four or Praline, 4th Junior Asian Chef Challenge, Asian Creative Canape dan Australian Beef Challenge. *Upi


Kampus Akademi Pariwisata Majapahit

Kampus Mojokerto | Jl. Raya Jabon KM 07, Mojokerto
E-mail : akparmajapahit@gmail.com

Graha Tristar | Jl. Raya Jemursari 244, Surabaya
Tel. (031) 8480821-22. 8433224-25. 8410109
Hp. 081233752227, 081234506326
Blackberry PIN : 2A1CE131 ; 2B517ECB ; 2B425821 ; 53B4EFD8
Fax. (031) 8432050





Minggu, 01 Maret 2015

Berkarir Kuliner Di Kapal Pesiar Sambil Keliling Dunia

Andreas Krisnamukti (Alumni Akpar Majapahit Surabaya)

Keinginan apa pun bisa diraih jika dibarengi dengan kemauan, dedikasi tinggi dan kerja keras tanpa kenal lelah. Hal ini juga berlaku bagi Andreas Krisnamukti (21 th), pria muda penuh semangat yang ingin mewujudkan cita-citanya di dunia kuliner sambil berlayar keliling dunia. 

Mimpinya untuk membangun karir di kapal pesiar berstandar Internasional, dan berkeinginan untuk menambah wawasan dibidang kuliner, serta berangan-angan untuk dapat mengunjungi tempat-tempat menawan diseluruh dunia, coba diwujudkannya dengan tekad bekerja di perusahaan kapal pesiar.
“Membangun karir dikapal pesiar sangatlah menantang dan memungkinkan tidak seperti bekerja sebagai TKI diluar negeri sedangkan dikapal pesiar entry level diberi kesempatan untuk mendapatkan promosi jenjang karir” cerita pria asal Yogyakarta ini yang pernah menimbah ilmu tentang kuliner di Akademi Pariwisata Majapahit Surabaya.
Memilih kuliah di jurusan perhotelan dan pariwisata di kampus Akademi Pariwisata Majapahit Surabaya, lalu ingin bekerja di kapal pesiar ibarat peribahasa sekali merengkuh dayung dua, tiga, pulau terlampaui. It’s literally true, karena sambil kerja, kita juga punya kesempatan untuk mengunjungi tempat-tempat seru diberbagai belahan dunia. Dan bukan cuma itu, penghasilan bulanan yang bisa dikantongin juga bisa dibilang luar biasa. Andreas Krisnamukti, bercerita beberapa bulan lagi (3 bulan) dia akan bergabung kerja sebagai assistant cook di kapal pesiar “Apollo Cruise” dengan rute Amerika Serikat (AS) dan Eropa.

Setelah lulus dari kampus Akademi Pariwisata Majapahit Surabaya jurusan Perhotelan dan Pariwisata tahun 2014, penggemar musik jazz ini kembali menempuh pendidikan di Tristar Cruise Training Centre (TCTC) Surabaya untuk menambah ‘skill’ dibidang kuliner sebelum bekerja di kapal pesiar. TCTC merupakan pusat pendidikan dan pelatihan kerja singkat, hanya berdurasi sekitar tiga bulan yang secara khusus memberikan pendidikan dan pelatihan untuk bekerja di kapal pesiar dengan keahlian di bidang food & beverage (F&B)  product.
Menurutnya, yang diperlukan untuk bekerja di kapal pesiar seperti dirinya pertama adalah pengetahuan mendalam tentang kuliner, yang semuanya itu bisa didapatkan selama kuliah di jurusan perhotelan dan pariwisata. Kedua, adalah kemampuan bahasa Inggris yang memadai. “Bahasa Inggris itu penting banget. Itu sangat diperluin saat bekerja nanti. Karena kita akan ketemu dengan banyak tamu dari berbagai negara. Bagaimana bisa komunikasi sama mereka kalau ibaratnya mau ngomong saja tidak bisa hehe..” ungkapnya sambil bercanda. 
Dan yang ketiga menurutnya juga adalah pleasant personality itu sangat penting karena setiap hari pekerjaan ini akan bertemu dengan banyak orang. “Karakteristik dari tiap orang yang kita temuin selalu beda-beda. Beda negara, beda behaviour, beda kebiasaannya, jadi kita harus cepat beradaptasi,” tambahnya lagi.
Meskipun sudah merasa nyaman dengan pilihannya saat ini toh ia masih mempunyai impian untuk masa depannya nanti. Obsesi menjadi tenaga kapal pesiar salah satunya adalah mencari modal usaha sebanyak-banyak, “Pengen suatu saat bisa mempunyai usaha sendiri. Jadi sekarang kumpulin modal dulu, network, dan pengalaman.” Pesannya bagi yang ingin bekerja di kapal pesiar, “Jangan takut untuk hal apapun, meskipun itu persoalan materi. Meskipun ibaratnya orang tua harus bersusah payah untuk biaya kuliah, nggak usah takut. Balik modalnya cepet kok. Seperti saya ini hehe..” ujarnya menutup percakapan.

Untuk Anda yang ingin belajar keterampilan di dunia kuliner dan bekerja di Kapal Pesiar kelas premium yang dioperasikan perusahaan pelayaran terkemuka di dunia.atau membuka usaha dibidang kuliner, wujudkan diri Anda sekarang juga di TCTC Jl Raya Jemursari No. 244 Surabaya, Gedung Graha Tristar. *Upi



Kampus Tristar Cruise Training Centre (TCTC), ada di:
Surabaya | Jl. Prapen Indah J-5
Telp. (031) 8433224, 081233752227
BB Pin. 2A1CE131

Graha Tristar | Jl. Raya Jemursari 244, Surabaya
Tel. (031) 8480821-22. 8433224-25. 8410109
Hp. 081233752227, 081234506326
Blackberry PIN : 2A1CE131 ; 2A6A1F4E
Fax. (031) 8432050
www.majapahit.org / www.matoa.info

Sabtu, 28 Februari 2015

Menikmati Keindahan Singapore Dalam Educational Tour Mahasiswa Akademi Pariwisata Majapahit Surabaya



Keanggunan gedung-gedung berarsitek mewah dan keindahan tempat wisata, menjadikan Singapore sebagai negara berukuran kecil bila dibandingkan dengan Indonesia ini memiliki pesona yang menarik yang sayang untuk dilewatkan.Mana saja tempat wisata menarik di Singapore yang sempat dikunjungi mahasiswa Akpar Majapahit ini ?


Sebanyak 20 mahasiswa jurusan Perhotelan dan Pariwisata Akpar Majapahit didampingi Ari Purwantoro, S.St.Par., dosen Akpar Majapahit bertandang ke Singapura selama tiga hari dua malam ini bertujuan untuk mengenalkan kebudayaan Negara lain dan tempat wisata unggulan yang ada di Singapore kepada mahasiswa.
Orientasi kegiatan ini merupakan salah satu agenda yang wajib diikuti oleh setiap mahasiswa Akpar Majapahit semester enam sebagai salah satu tugas akhir (TA) yang nantinya dibuat laporan tertulis kegiatan rekreasi edukasi tersebut.

Di mata Reza Liem, mahasiswa D3 Perhotelan dan Pariwisata Akpar Majapahit, educational tour ke mancanegara ini sesuatu yang amazing. Selama di Singapore, ia melihat sendiri bagaimana keramahan orang Singapore terhadap wisatawan yang datang. Selain itu, dia juga salut terhadap cara pihak Singapore mengemas tempat-tempat wisata sehingga memikat para turis untuk betah berlama-lama menikmati keindahan dan keragaman budaya masyarakat Singapore yang pluralisme, ada Melayu, China, India bahkan Arab.
Dari sisi kulinernya, ia mengaku senang karena bisa meng-eksplore semua makanan yang disajikan dan rata-rata rasanya enak hingga makanan ekstrem (extreme food). Tak hanya itu keramahan para penjual disini, selain menjual makanan juga menyuguhkan aksi yang unik sebagai bentuk entertaiment seperti saat membeli Ice Cream Turki, atraksi tangannya begitu luwes menari-nari dalam pelayanannya.

Reza Liem pun menuturkan, beberapa tempat wisata Singapore yang terkenal bagi wisatawan dan paling ramai dikunjungi yang membuat dirinya sangat berkesan sambil berfoto-foto, yakni:



















Merlion Park, sebuah patung dengan kepala singa dan berbadan ikan yang sudah menjadi maskot Singapore. Taman Merlion Park buka 24 jam setiap hari dan tidak dipungut biaya bagi siapapun yang ingin berkunjung dan berfoto-foto. Merlion Park ini letaknya di depan Singapore River, sebuah sungai yang mengalir ditengah kota.

Universal Studios, taman wahana permainan yang paling terkenal seperti Dufan di Jakarta. Apabila anda ingin hemat, cukup berfoto di depan bola dunia Universal Studios saja. Apabila anda ingin masuk dan bermain di Universal Studios, datanglah pada pagi hari karena antrian permainan di Universal Studios bisa sangat panjang, kecuali anda mempunyai tiket prioritas sehingga anda tidak perlu mengantri panjang, namun tentu saja harga tiket ini lebih mahal dari tiket biasa.
Singapore Flyer, tempat wisata sejenis Bianglala di Dufan namun dengan ukurang yang sangat besar, bahkan merupakan yang paling besar di dunia.
Gardens by The Bay, sebuah taman unik yang mempunyai banyak pohon dan tumbuhan hijau. Di sini anda dapat menemukan beberapa pohon buatan raksasa. Pohon-pohon buatan ini terbuat dari baja dan berfungsi untuk menampung air hujan dan juga menampung energi matahari. 
Orchard Road (Jalan Orchard), nama sebuah jalan di Singapura yang sangat terkenal dengan wisata belanja mewah. Selain dipenuhi pusat belanja, Orchard Road juga dipenuhi restoran, spa, dan lain-lain. Untuk berkunjung ke Orchard Road tentu saja gratis apabila hanya melihat-lihat saja
Sentosa Island, sebuah tempat wisata di Singapura yang lengkap, namun tidak menyatu dengan pulau utama Singapura, melainkan berada di pulau yang terpisah. Yang bisa anda temukan di Sentosa Island adalah pantai, hotel, spa, restoran, tempat belanja, tempat bermain golf, berbagai macam atraksi hiburan, kasino, dan lain-lain.


















Nah, untuk yang menyukai wisata belanja sambil kuliner dikota Singapore, jangan lewatkan tempat ini, Bugis Street, Chinatown, Little India ataupun Arab Street. Dimasing-masing tempat ini akan banyak anda temukan perpaduan menarik antara wisata kuliner, belanja, budaya, dan juga sejarah.

Dari sekian tempat wisata yang dikunjungi, Reza Liem mengaku sangat terkesan dengan pemandangan kota Singapore yang keren dan akses jalan menuju tempat wisata rata-rata mulus dan bersih. Ini patut ditiru oleh pemangku kepentingan dalam industri pariwisata yang ada di Indonesia dan Surabaya pada khususnya. Anda ingin bisa menikmati seperti mereka, Akademi Pariwisata Majapahit tempat pendidikan yang bisa jadi pilihan. *Upi


Kampus Akademi Pariwisata Majapahit

Kampus Mojokerto | Jl. Raya Jabon KM 07, Mojokerto
E-mail : akparmajapahit@gmail.com

Graha Tristar | Jl. Raya Jemursari 244, Surabaya 
Tel. (031) 8480821-22. 8433224-25. 8410109
Hp. 081233752227, 081234506326
Blackberry PIN : 2A1CE131 ; 2A6A1F4E
Fax. (031) 8432050
www.majapahit.org / www.matoa.info